Sunday, August 19, 2012

Curiosity Mendarat di Mars, Lambungkan Ekspektasi Manusia


Curiosity diluncurkan untuk menganalisa tanah dan bebatuan di Mars sebagai petunjuk adanya kehidupan di sana.

mars science laboratory,msl ,curiosity,nasa,marsIlustrasi Mars Science Laboratory (MSL) atau Curiosity. (Thinkstockphoto)
Robot luar angkasa milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Curiosity, mendarat di Mars, Minggu 5 Agustus 2012 (Senin 6 Agustus WIB). Rover canggih yang diluncurkan pada 26 November 2011 itu sudah bekerja dengan mengirimkan beberapa foto dari planet merah.
Foto beresolusi rendah itu ditangkap melalui lensa yang dipasang di bagian bawah Curiosity. Resolusi gambar diharapkan akan makin membaik saat bagian tiang dari Curiosity yang memiliki kamera resolusi tinggi dilepas pada akhir pekan ini.
Mendaratnya Curiosity atau dikenal dengan nama resmi Mars Science Laboratory (MSL) disambut gembira NASA. Presiden AS Barack Obama juga turut memberi kata selamat.
"Keberhasilan pendaratan Curiosity -laboratorium keliling paling canggih yang didaratkan di planet lain- menandai prestasi teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Obama. Ditambahkan presiden berkulit hitam pertama di AS itu jika Curiosity menjadi titik kebanggaan nasional.
mars science laboratory,msl ,curiosity,nasa,marsMars Science Laboratory (MSL) atau lebih populer dengan nama Curiosity, dirancang untuk menjelajahi Planet Mars. Spesifikasi alat yang dimilikinya memungkinkan pengeboran batu untuk mencari komponen tertentu. (Thinkstockphoto).
Curiosity diluncurkan untuk menganalisa tanah dan bebatuan di Mars sebagai petunjuk adanya kehidupan di sana. Proyek ini juga mempersiapkan adanya kemungkinan misi keberangkatan manusia ke Mars.
Selama perjalanannya dari Bumi ke Mars, Curiosity sudah mengambil data mengenai radiasi di luar angkasa. Ini berhubungan dengan kesehatan manusia yang akan diterbangkan kesana.
Di detik akhir pendaratannya, rona ketegangan digambarkan terjadi di NASA. Mendekati atmosfer Mars, Curiosity meluncur dengan kecepatan 21.240 kilometer per jam. Sebelum akhirnya melambat dengan bantuan parasut supersonik.
Sesudah itu, derek dengan pendorong roket mulai bekerja. Mendaratkan Curiosity tepat di atas enam roda kakinya. "Ini adalah hari besar untuk bangsa, untuk semua partner kami yang berkontribusi pada Curiosity, dan untuk warga AS," kata administrator NASA Charles Bolden.
(Zika Zakiya. Sumber: Phys.Org)

Friday, August 10, 2012

Subhanallah! Ilmuwan NASA: “Matahari Akan Terbit dari Barat”

Disampaikan Rasulullah 1.400 Tahun Silam dan Dibuktikan Science


 
LENSAINDONESIA.COM: Hampir 1.400 tahun silam, Rasulullah Muhammad saw mengatakan ” “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari. Setelah itu, gerakan matahari kembali normal hingga terjadinya kiamat.
Fenomena alam itu dibenarkan oleh seorang ilmuwan dan peneliti NASA, Demitri Bolykov, yang menyebut pergerakan bumi tiap tahun bertambah cepat dan pada suatu saat  akan mengakibatkan dua kutub magnet (poros) bumi berganti tempat.
Bolykov menyebut “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Dan saat itulah matahari akan terbit (keluar) dari arah Barat!
Temuan itu terjadi saat Bolykov bergabung dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.
Penelitian dilakukan pada sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori tentang perputaran bumi dan porosnya.
Peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan dan ditempatkan pada badan bermagnet yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya.
Fenomena ini dikenal dengan istilah “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”.  Gerak ini pada substansinya  menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Menurut Bolykov, pada  realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.
Gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari.
Atas dasar ini posisi dan arah kutub utara bergantung. Balykov mengklaim telah dilakukan berulang penelitian bahwa kutub magnet bumi mulai tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun.
Namun pada tahun-tahun terjadi kecepatan hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 silam, diketahui kalau kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.
“Berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat dan akan menuju pada arah yang saling berlawanan. Bila itu terjadi, matahari akan terbit dari barat,” jelas Bolykov.
Balykov mengaku, temuan dan penelitian yang dia lakukan bersumber dari hadis Nabi Muhammad yang menyatakan suatu saat akan terjadi fenomena alam matahari akan terbit dari barat.
Menurut Balykov, dengan penelitian dan percobaan fisika yang dilakukannya, sangat besar kemungkinan hadis Nabi itu akan menjadi kenyataan, mengingat pergerakan poros bumi sudah mengalami pergerakan.
Diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat,  maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah). @ros/kol/via


Rubrik : Amerika , Global , headline global , HEADLINE UTAMA , INTERNATIONAL , Terkini

Thursday, July 12, 2012

3 Penghuni Stasiun Luar Angkasa Internasional pulang ke Bumi

Oleh Kononenko (Rusia), Donald Pettit (Amerika Serikat), dan Andre Kuipers (Belanda), langsung dijemput oleh tim pendukung dan medis.

nasa,luar angkasa,astronot
omster-com/stck.xchng
Tiga astronaut dari tiga negara berbeda berhasil kembali ke Bumi dengan selamat setelah bertugas selama enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Minggu (1/7). Menggunakan pesawat kapsul Soyuz TMA-03M, mereka mendarat di wilayah terpencil di dekat kota Zhezkazgan, Kazakhstan.
Oleg Kononenko (Rusia), Donald Pettit (Amerika Serikat), dan Andre Kuipers (Belanda), langsung dijemput oleh tim pendukung dan medis. Kononenko jadi orang pertama yang keluar dari kapsul. Meski terlihat lelah dan pucat, tim medis menyatakan Komandan Ekspedisi 31 itu dalam kondisi sehat.
Pettit, astronaut dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjadi orang berikutnya. "Senang bisa kembali pulang," katanya.
Perjalanan ketiganya dari ISS menuju ke Bumi memakan waktu 3,5 jam. Kapsul Soyuz TMA-03M yang mereka tumpangi melepaskan diri dari ISS dan perlahan menuju Bumi. Kapsul ini mendarat sempurna dalam cuaca yang digambarkan cerah pada pukul 08:17 GMT. 

"Saya hanya berharap agar usaha saya di sini (ISS) akan menambah satu butir pasir di pantai ilmu pengetahuan. Akan juga membantu masyarakat di masa depan agar bisa memanggil luar angkasa sebagai "rumah" mereka," tulis Pettit dalam blognya, malam sebelum kepulangan ke Bumi.
Ketiga astronaut ini merupakan awak dari Ekspedisi 30 dan 31. Salah satu misi yang mereka emban adalah mengatasi kedatangan kapsul SpaceX Dragon yang dimiliki swasta. Itu merupakan kedatangan pertama dari pihak non pemerintah ke ISS.
(Sumber: Phys.org)

Thursday, July 5, 2012

Misterius dan Eksotisnya Planet Tergelap yang Baru Ditemukan

"Mungkin nama yang tepat untuk menyebutnya adalah Erebus, nama dewa kegelapan Yunani Kuno."

planet,tata surya
Lewat pengamatan dengan teleskop luar angkasa Kepler milik NASA, pakar astronomi menyatakan penemuan planet gelap raksasa yang disebut dengan TrES-2b. Faktor penyebab kegelapan hingga kini belum terungkapkan.
Tingkat kegelapannya lebih pekat ketimbang batu bara. Dari kejauhan TrES-2b terlihat berwarna hitam pekat dengan sedikit pendar cahaya merah.
Astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts, David Kipping menyatakan, planet baru itu merupakan planet tergelap. TrES-2b diperhitungkan hanya memantulkan satu persen dari cahaya yang mengenai permukaannya.
"Lebih rendah daya pantul cahayanya daripada batu bara atau bahkan cat akrilik warna paling hitam, jelas membuat planet tersebut--sejauh ini--adalah planet tergelap yang pernah ditemukan," ujar Kipping yang sekaligus menjadi kepala studi.
TrES-2b mengorbit bintang berjarak tiga juta mil dengan suhu berada pada 1.800 derajat Fahrenheit (980 derajat Celcius). Kipping menambahkan, dari beberapa asumsi yang muncul, penyebab planet begitu gelap yaitu karena kelimpahan besar gas natrium dan titanium oksida. Namun ia mengaku, ada sesuatu yang menarik dan eksotik dari planet tergelap.
"Menurut saya, planet ini sungguh eksotik di antara planet luar (eksoplanet) lain. Ini adalah misteri yang menyenangkan. Mungkin nama yang tepat untuk menyebutnya adalah Erebus, nama dewa kegelapan Yunani Kuno," tuturnya lagi.

Tuesday, June 26, 2012

Pesawat Antariksa AS Temukan Es di Bulan

Pesawat Antariksa AS Temukan Es di Bulan
www.universetoday.com
WASHINGTON--MICOM: Pesawat antariksa Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) telah mengirim data yang menunjukkan 22% bahan di lapisan kawah yang berada di kutub selatan Bulan mungkin terdiri atas es.

Demikian disampaikan Badan Antariksa AS, NASA, Rabu (20/6),waktu setempat.

Tim NASA dan ilmuwan universitas dengan menggunakan cahaya laser dari altimeter laser LRO meneliti dasar kawah Shackleton. Mereka menemukan dasar kawah tersebut lebih terang daripada yang dasar kawah lain di dekatnya, yang sejalan dengan keberadaan sedikit es.

Informasi itu akan membantu peneliti memahami susunan kawah tersebut dan mempelajari daerah lain yang tak dipetakan di Bulan. Temuan itu direncanakan disiarkan Kamis di jurnal Nature.

Selain bukti es tambahan, peta kelompok itu mengenai Shackleton mengungkapkan kawah yang terpelihara secara baik yang relatif tak tanpa cacat sejak pembentukannya lebih dari tiga miliar tahun lalu.

Dasar kawah tersebut sendiri dipenuhi beberapa kawah kecil, yang mungkin telah terbentuk sebagai bagian dari benturan yang menciptakan Shackleton.

Kawah itu, yang diberi nama dari nama penjelajah Antartika Ernest Shackleton, memiliki dalam dua mil dan lebar lebih dari 12 mil.

Seperti beberapa kawah di kutub selatan Bulan, kemiringan kecil poros Bulan berarti bagian dalam kawah Shackleton gelap selamanya sehingga sangat dingin.

Saturday, June 9, 2012

Pemerintah Evakuasi TKI di 5 Wilayah Rawan Suriah

foto
Petugas keamanan berjag di lokasi ledakan di Damaskus, Suriah (10/5). REUTERS/Khaled al-Hariri

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan saat ini fokus melakukan evakuasi pada warga dan tenaga kerja Indonesia yang berada di lima wilayah rawan di Suriah. Lima wilayah tersebut adalah Hama, Homs, Idlid, Dara’a, dan Damaskus Countryside.

“Lima wilayah ini yang paling rawan. Kita fokus dan cepat di wilayah-wilayah tersebut,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Razak saat dihubungi, Sabtu, 9 Juni 2012.

Tatang mengatakan, berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, warga Indonesia di lima wilayah ini sebagian besar adalah TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada saat kunjungan Tatang bersama tim Kementerian Luar Negeri ke Suriah awal Januari 2012, jumlah WNI di lima wilayah tersebut sekitar 1.000 orang. “Kita kumpulkan data dari banyak pihak seperti imigrasi dan juga agen-agen yang ada di Suriah,” ujarnya.

Saat ini jumlah WNI yang berada di lima wilayah rawan itu sudah mulai berkurang. Hampir setengahnya sudah mengungsi bersama majikan mereka ke daerah lain yang lebih aman. Warga Indonesia lainnya juga sudah berhasil dievakuasi dari lima wilayah itu. Akan tetapi, Tatang tidak dapat memaparkan secara pasti dan detail jumlah yang sudah dievakuasi dan jumlah yang masih berada di lima wilayah itu. “Setengah lebih dari WNI yang kita evakuasi berasal dari lima wilayah rawan,” kata dia.

Hingga saat ini, pemerintah sudah berhasil membawa pulang sekitar 233 orang WNI dari Suriah. Tatang mengatakan, di Kedutaan Besar RI di Suriah, ada sebanyak 103 WNI yang siap untuk dievakuasi pulang ke Indonesia. “Jumlah mereka yang ke KBRI terus bertambah,” kata Tatang.

Berdasarkan data Imigrasi yang diperoleh Kementerian, Tatang menyatakan, total WNI di Suriah tahun 2011 sebanyak 12 ribu orang. Jumlah ini sangat tidak signifikan bila dibandingkan jumlah yang berhasil dievakuasi pemerintah. Akan tetapi, Tatang mengklaim, WNI yang paling tinggi risikonya hanya sekitar 1.000 orang di lima wilayah rawan itu. WNI di daerah lain diklaim relatif lebih aman.

Kementerian akan kembali membawa pulang WNI dari Suriah pada tanggal 12 Juni 2012. Ini adalah proses evakuasi gelombang ke-10 dan menambah total WNI yang berhasil dievakuasi menjadi 263 orang. “Jumlahnya memang sedikit karena banyak kendala,” kata Tatang.

Tuesday, May 15, 2012

NASA Persiapkan Astronaut Mendarat di Asteroid

Asteroid yang dituju berjarak lebih dari 4.000.000 kilometer dari Bumi dan memakan waktu satu tahun perjalanan.

asteroid,meteorit,bumi,awal kehidupan 
NASA Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah mempersiapkan misi baru menuju lokasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: asteroid. Sekelompok astronaut kini tengah dipersiapkan untuk mengeksplorasi permukaan asteroid, termasuk untuk menemukan mineral, bahkan menghancurkannya jika memang suatu saat menimbulkan ancaman buat Bumi.
Misi ini rencananya akan dipaparkan NASA dalam Japan Geoscience Union Meeting pada akhir Mei 2012. Sebelum mengirimkan manusia ke asteroid di tahun 2020, akan dikirim robot lebih dulu di tahun 2016. Diharapkan, astronaut terpilih bisa tinggal di permukaan asteroid selama 30 hari.
Jika misi ini berhasil dilakukan, maka akan jadi penaklukkan angkasa terjauh yang pernah ditempuh manusia. Sebab, asteroid yang dituju berjarak lebih dari empat juta kilometer dari Bumi dan memakan waktu satu tahun perjalanan. Bandingkan dengan Bulan yang hanya berjarak rata-rata 384.400 kilometer dari planet kita.
Selain jarak, tantangan lain adalah kecepatan asteroid yang mencapai 50.000 mil per jam mengelilingi Matahari dan tidak memiliki gravitasi. Ini menyulitkan saat mendaratkan astronaut di permukaannya. "Dengan teknologi yang kita miliki dan kembangkan saat ini, misi asteroid tentu saja bisa tercapai," ujar Tim Peake, mantan pilot angkatan udara Inggris yang masuk sebagai salah calon astronaut yang dilatih NASA.
"NASA saat ini fokus pada ilmu pengetahuan yang bisa diambil. Mengingat asteroid memiliki catatan historis berusia miliaran tahun soal jagad kita."
Program pelatihan akan dilakukan mulai Juni 2012 dengan fokus pengoperasian kendaraan, berjalan di atas permukaan, dan pengumpulan sampel. Namun, pelatihan terpenting adalah bagaimana menghancurkan asteroid tesebut jika memang suatu saat mengancam Bumi.
(Zika Zakiya. Sumber: The Telegraph)